LUGAS | Kota Bekasi - Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah tahun 2025 sudah berjalan 2 hari. Namun Taman Makam Pahlawan (TMP) Bulak Kapal sepi dari peziarah, selasa (1/3/2025).
Di area pemakaman hanya terdapat beberapa petugas kebersihan yang sedang bekerja.
Hanya terlihat segelintir peziarah yang terlihat di pemakaman khusus para pejuang kemerdekaan Indonesia ini. Sangat beda jauh hari kedua lebaran di pemakaman umum yang di penuhi peziarah.
Menurut penuturan seorang warga, biasanya pemakaman ini akan sangat ramai pada hari menjelang bulan puasa atau saat lebaran, terlebih lagi saat peringatan hari besar seperti, hari pahlawan atau hari kemerdekaan.
"Kalau hari ini mungkin masih pada pulang kampung jadinya sepi, tapi biasanya tepat di hari lebaran pemakaman ini akan ramai dipenuhi peziarah, tapi seramai-ramainya disini tetap masih kalah jauh dengan ramainya di pemakaman umum," ungkapnya.
Diantara sepinya peziarah di Taman Makam Pahlawan (TMP) Bulak Kapal, tampak sekeluarga besar Keman Efendi yang terdiri anak dan cucu yang sengaja berziarah ke Buyutnya Pelda S Wardani yang meninggal di usia 76 tahun yaitu meninggal di tahun 2004.
"Kegiatan ziarah ini kami laksanakan sebagai penghormatan umum kepada para pahlawan kusuma bangsa dan juga mengenalkan pada anak-anak bahwa kakek buyutnya adalah seorang pahlawan," kata Amindo Triono yang ziarah dengan membawa anak-anaknya dan family.
Apa yang dikatakan Amindo Triono di perkuat lagi oleh Amindo Trianto, bahwa menurutnya tujuan ziarah ini selain untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur, juga merupakan agenda rutin setiap tahunnya dan mengandung makna yang sangat dalam, karena selain sebagai sarana dan wahana untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan antar sesama anak bangsa, juga mengajak kepada seluruh anak-anaknya dan Family dapat meresapi dan merenungkan setiap perjuangan para pahlawan yang telah mengharumkan bumi pertiwi demi perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
"Selain itu, kegiatan ziarah ini memiliki arti yang sangat penting, yaitu sebagai penghormatan kepada para pahlawan yang telah mendarmabaktikan jiwa raganya kepada nusa dan bangsa. Juga sebagai bukti kebesaran bangsa Indonesia, karena bangsa yang besar adalah bangsa menghargai jasa para pahlawannya," pungkas Amindo Trianto. (Agus W)
Tidak ada komentar